Analisa Saham : Pahami 3 Hal Ini Sebelum Membeli!

Analisa Saham : Pahami 3 Hal Ini Sebelum Membeli!

Bagi anda yang sudah mengetahui ilmu dasar mengenai investasi syariah dan sudah mulai mencari saham mana yang akan dipilih, tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan istilah DES bukan? Ya, DES atau Daftar Efek Syariah merupakan kumpulan daftar efek yang berdasarkan prinsip syariah dan diterbitkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sebelum memulai berinvestasi tentunya anda akan memilih saham yang menggunakan prinsip syariah di DES tersebut. Karena saham-saham yang terdaftar di DES sudah teruji kehalalannya mengingat saham-saham tersebut telah memenuhi kriteria efek syariah yang telah ditentukan oleh OJK.

Tapi, meskipun efek syariah yang terdaftar di DES sudah di akui kehalalannya, tidaklah cukup jika kita hanya memilih saham yang terdapat di DES saja. Hal tersebut dikarenakan selain ada keuntungan, ada juga resiko atau kerugian yang mungkin saja terjadi dalam berinvestasi. Namun, besar atau kecilnya resiko tersebut dapat diminimalisir jika kita melakukan analisa terhadap saham yang akan kita pilih. Terdapat dua metode analisis yang dapat kita lakukan yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

Menurut BEI, “analisis fundamental adalah analisa yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat dasar dan karakteristik operasional dari perusahaan publik”. Analisis fundamental ini dititik beratkan pada kinerja perusahaan atau kondisi ekonomi perusahaan terkait. Kinerja perusahaan seperti keadaan perusahaan, manajemen/operasional perusahaan, persaingan bisnis yang dijalankan, prospek perusahaan, harga saham pada perusahaan sejenis dan lain sebagainya. Sedangkan kondisi ekonomi/finansial perusahaan berupa laba, inflasi, kurs, likuiditas, utang, dividen dan lain sebagainya.

Dalam jurnal yang ditulis oleh Erly Mulyani dkk, disebutkan bahwa Menurut Charles P. Jones terdapat tiga tahap atau proses dalam analisis fundamental yang dilakukan oleh seorang investor saham dalam menentukan saham mana yang akan ia beli atau jual. Diantaranya:

1. Analisis Makro Ekonomi

Makro ekonomi yang mempengaruhi kinerja seluruh emiten di pasar modal diantaranya:
a. Inflasi,
b. Suku bunga,
c. Kurs,
d. Valuta asing,
e. PDB dan sebagainya.

2. Analisis Sektor Industri

Salah satu cara untuk melihat apakah perusahaan emiten sehat atau tidak, yaitu dengan cara menganalisa sektor industrinya. Setelah kita menganalisa kondisi makro ekonomi, selanjutnya kita menganalisa apakah industri perusahaan yang kita tuju terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi tersebut? Dalam hal ini, aspek penting yang dicermati antara lain siklus hidup industri perusahaan yang dituju.

analisa saham

3. Analisis Fundamental / Kinerja Saham

Setelah melakukan analisa terhadap makro ekonomi dan sektor industri, barulah kita dapat melakukan analisa selanjutnya yaitu menganalisa kinerja perusahaan. Dalam hal ini, aspek penting yang dinilai adalah kinerja perusahaan serta hasil analisis laporan keuangan perusahaan seperti return on asset (ROA), return on equity (ROE), net profit margin (NPM), debt to equity ratio (DER), price to earning ratio (PER), price to book value (PBV) ratio, earning per share (EPS) ratio, current ratio (CR), dan sebagainya. Dari situ kita dapat melihat kinerja perusahaan mana yang baik untuk kita pilih.

Menurut Ida Hendarsih, faktor-faktor utama yang mempengaruhi harga saham yaitu penjualan, pertumbuhan penjualan, operasional perusahaan, laba, deviden, RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), perubahan-perubahan manajemen dan pernyataan yang dibuat oleh manajemen perusahaan. Analisis fundamental ini biasanya dilakukan untuk menentukan perusahaan mana yang akan dipilih sebagai tempat berinvestasi. Selain itu, analisis fundamental juga biasanya dilakukan oleh para investor untuk investasi jangka panjang.

Adapun definisi analisis teknikal menurut Suad Husnan adalah “upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harga saham tersebut diwaktu yang lalu”. Jadi, analisis teknikal ini berbeda dengan analisis fundamental yang menganalisa kondisi perusahaan termasuk kondisi ekonomi suatu perusahaan. Analisis teknikal ini biasanya digunakan untuk menentukan kapankah waktu yang tepat untuk membeli saham tersebut dan biasanya digunakan untuk berinvestasi dalam jangka pendek.

Namun menurut glints, jika anda menggunakan analisis teknikal anda harus memahami pergerakan chart/grafik yang terjadi karena analisis teknikal ini fokus pada pola perubahan harga dan hal tersebut dilakukan dengan melihat chart/grafik historis pergerakan/perubahan harga saham. Chart/grafik terdiri dari harga tertinggi dan harga terendah juga harga pembukaan dan harga penutupan.

Menurut jurnal yang ditulis oleh Ida Hendarsih, analisa teknikal adalah analisa pergerakan yang didasarkan pada hitungan matematis berupa rumus, grafik, chart dan lain sebagainya, yang dengan hal-hal tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran atau prediksi dimasa depan dengan keakuratan tidak sampai 100%. Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa jika anda memilih menggunakan analisis teknikal, maka sebaiknya anda sudah memahami cara membaca grafik/chart saham.

Dari uraian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa dengan melakukan analisis fundamental, maka analisis difokuskan pada penilaian kinerja perusahaan baik dari segi bisnis yang dijalankan ataupun dari segi finansial dalam perusahaan tersebut. Sedangkan analisis teknikal ini dilakukan untuk memprediksi harga saham dimasa datang dengan melihat histori harga saham dimasa yang lampau. Jadi, fokus analisis teknikal ini lebih ke harga saham dipasar saham tanpa memperhatikan kinerja perusahaan. Namun untuk melakukan analisa ini, kita harus memahami cara membaca chart/grafik.

Setelah memahami perbedaan dari analisis fundamental dan analisis teknikal tersebut, anda dapat memilih analisis mana yang akan digunakan. Untuk menentukannya, sesuaikan dengan kebutuhan. Jika anda berencana untuk berinvestasi jangka panjang, anda dapat melakukan analisis fundamental. Jika anda ingin memulai berinvestasi jangka pendek, maka anda dapat menggunakan analisis teknikal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *