CARA MENGETAHUI PERBEDAAN UPTREND & DOWNTREND

CARA MENGETAHUI PERBEDAAN UPTREND & DOWNTREND

: ☆ Cara mngetahu kapan uptrend [ NAIK ] atau downtrend [ TURUN ] berubah ,Ada 2
⬇:

1. PRICE ACTION ⬇ :
Pada price action, apabila trend naik maka terbentuk Top dan Bottom yang lebih tinggi
dari Top dan Bottom sebelumnya. Trend naik berubah menjadi trend turun apabila harga
berhasil menembus Bottom terakhir dan membentuk Top baru yang lebih rendah.
Sebaliknya trend turun berubah menjadi trend naik apabila harga berhasil menembus
Top terakhir dan membentuk Bottom baru yang lebih tinggi.
2.Indikator MA
Trader dapat mengenali perubahan tren forex dengan melihat posisi relatif garis Moving
Average terhadap grafik harga. Aturannya: Apabila harga sekarang berada di bawah
garis Moving Average, berarti tren Bearish (harga cenderung menurun). Apabila harga
sekarang berada di atas garis Moving Average, berarti tren Bullish (harga cenderung
naik). Gambaran mengenai ini nampak pada screenshot berikut yang menunjukkan
MA-100 Day pada grafik pasangan mata uang EUR/USD.

Nampak pada gambar di atas bahwa perubahan tren forex dari Bullish menjadi Bearish
bertepatan dengan ketika grafik harga menembus garis MA-100 Day dari atas ke bawah.
Tampilan nyata inilah yang menjadi alasan mengapa indikator Moving Average disebut
sebagai detektor perubahan tren forex favorit.
-------

☆☆☆ 4 CARA MUDAH MENGENALI TANDA-TANDA PERUBAHAN TREND DALAM

Tren adalah temanmu!"

Dalam perdagangan dunia, tren merupakan representasi kekuatan pasar.
Tentu saja, Anda tidak mungkin bisa melawan pasar. Jika tidak bersahabat dengan tren,
itu artinya Anda menyatakan permusuhan dengan pasar.
Karena tidak mungkin melawan pasar, maka satu-satunya jalan adalah Anda harus
mengikuti kemana pasar bergerak.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus bisa mengidentifikasi trend yang
sedang berjalan.
Tanpa pemahaman trend yang baik, sudah dipastikan Anda mengalami kesulitan untuk
menentukan posisi masuk pasar.
Sayangnya tren bersifat fluktuatif dan dinamis, maka dari waktu ke waktu tren akan terus
mengalami perubahan.
Trend sendiri memiliki 3 pergerakan, seperti:
• tren naik,
• Tren turun, dan
• Ke samping.

Penjelasan:
• P = Puncak
• T = Palung
• HP = Puncak yang lebih tinggi
• LP = Puncak bawah
• HT = Palung yang lebih tinggi
• LT = Palung bawah

Dilihat dari jenisnya, trend terbagi menjadi 2 bagian yaitu major trend (disebut juga
impuls) dan minor trend (disebut juga koreksi/korektif).

Selain itu, Anda harus dapat mengenali potensi perubahan arah pasar agar tidak merasa
merasa. Bisa saja, suatu saat ketika Anda mengira harga akan tetap naik, ternyata
arahnya berubah menjadi turun.

Ataupun, ketika Anda mengira pasar akan segera berbalik arah, sebenarnya pasar masih
melanjutkan arah sebelumnya.

Lalu, bagaimana cara Anda bisa mengenali perubahan tren?
Gunakan garis tren

Apa itu trendline?

1. Trendline menjadi salah satu alat yang digunakan sebagai analisis teknikal dalam
trading forex.

Selain berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend),
trendline merupakan salah satu alat paling sederhana untuk dapat mengenali arah trend.

Salah satu ciri dari perubahan trend tersebut adalah tembusnya trendline yang dapat
dijadikan indikasi awal bahwa harga kemungkinan berubah arah.

Trendline dianggap tembus jika seluruh body candlestick yang terbentuk berada diluar
garis trendline.

Trading dengan menggunakan trendline bisa Anda lakukan dengan menghubungkan dua
titik terendah atau tertinggi dalam sebuah pergerakan harga yang sedang diobservasi.

Syarat untuk menarik garis trendline yang valid adalah paling tidak terdapat dua puncak
dan dua bagian bawah yang dapat dilihat.

2. Skenario non-failure swing

Dalam buku Technical Analysis of the Financial Markets karya John J. Murphy,
disebutkan bahwa, "ada dua kondisi yang bisa memberikan petunjuk berakhirnya
sebuah tren."

Kedua kondisi tersebut adalah kondisi non-failure swing dan failure swing.

Kondisi non-failure swing adalah sebuah pergerakan harga yang langsung menembus
titik atas atau bawah terakhir.

Indikasi perubahan tren yang terjadi ketika harga menembus titik puncak (peak/top) atau
lembah (trough/bottom) yang terakhir. Coba Anda perhatikan ilustrasi berikut ini:

Kita mulai dengan gambar 1, apa yang terjadi pada gambar diatas?

Jika Anda menjawab gambar tersebut, perubahan arah tren dari naik ke turun berarti
jawaban Anda BENAR SEKALI. Harga berhasil menembus bottom last (A) dan
membentuk bottom yang lebih rendah (C).

Kemudian, pada saat itu pasar membentuk puncak lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari
puncak sebelumnya (B), di mana penurunan terjadi dan menembus support (C) lalu
bergerak menuju titik E.

Lalu, bagaimana dengan pergerakan harga pada Gambar 2?

Jika Anda menjawab, terjadinya proses pembalikan dari arah turun menjadi naik berarti
Anda menjawab dengan SANGAT BENAR. Harga berhasil menembus puncak terakhir (A)
dan membentuk puncak yang lebih tinggi (C).

Pada saat itu, pasar membentuk lembah lagi (D) yang tidak lebih tinggi dari puncak
sebelumnya (B), di mana kenaikan terjadi dan menembus resistensi (C) lalu bergerak
menuju titik E.

Cukup mudah bukan? Lalu, bagaimana dengan skenario kegagalan swing?

3. Skenario kegagalan Swing⬇ :

Berbeda dengan non-failure swing, pada failure-swing tidak ada pull-back . Tujuan
mendeteksi failure swing adalah mencari indikasi kuat dari pembalikan arah harga.

Failure swing dapat terjadi bila indikator berada di wilayah overbought atau oversold dan
menandakan bahwa trend saat ini melemah sehingga pembalikan arah trend mungkin
saja terjadi.

Untuk lebih mudahnya, perhatikan gambar di bawah ini.

Pada gambar berikut terlihat posisi di mana setelah garis menembus titik C, harga

dengan cepat bergerak menuju E tanpa adanya koreksi atau pull-back lagi.

Namun perhatikan, titik D pada saat di posisi tren naik tak lebih tinggi daripada titik B.
Sebaliknya, sebaliknya, pada saat tren turun di titik D posisi tak pernah lebih rendah
daripada titik B.

Cukup sederhana bukan untuk mengenali skenario Kegagalan ayunan?

4. Pola pembalikan Kenali

Reversal pattern merupakan suatu pola pergerakan harga yang dapat memberikan sinyal
kuat bahwa harga memiliki kemungkinan besar untuk membalikkan arah dari tren
sebelumnya.

Dengan mempelajari pola pergerakan harga di masa lalu, Anda dapat memperkirakan ke
mana arah pasar selanjutnya jika pola yang sama muncul kembali.

Jika pada saat posisi uptrend atau downtrend dan pola ini muncul, maka diperkirakan
harga akan bergerak berlawanan dengan arah tren sebelumnya.

Apa saja pola yang dapat dicapai bahwa tren berakhir dan kemungkinan berbalik arah?

4.1. Double top dan Double bottom

Double top dan double bottom merupakan pola pembalikan arah harga yang sangat
sering dijumpai pada pergerakan harga pasar. Pola ini termasuk salah satu pola dengan
frekuensi kemunculan tertinggi karena formasinya mudah dikenal.

4.2. Triple top dan Triple bottom

Pola harga ini termasuk ke dalam varian dari pola harga sebelumnya. Bedanya hanya
pada akurasi dari pola ini sedikit lebih tinggi karena menunjukkan reaksi kuat pada titik
Resistance dan Supportnya.

4.3. Kepala dan bahu

Head and Shoulders merupakan pola pembalikan yang ketika terbentuk, Identifikasikan
bahwa harga akan bergerak berlawanan dengan tren yang terbentuk sebelumnya.

4.4. Kepala dan bahu terbalik

Pola ini menyatakan bahwa harga siap untuk bergerak naik dan biasanya terbentuk
ketika terjadi saat tren turun. Pola kebalikan dari head and shoulder ini dibentuk dari

sebuah titik terendah (lowest-low) yang diapit oleh dua titik terendah lain (yang tidak
serendah kepala) sebagai "bahu"nya.
☆☆☆☆☆

Ingat! Mengenali potensi pembalikan arah tren merupakan hal paling wajib yang harus
Anda ketahui agar dapat segera sebelum menggunakannya membuang transaksi yang
merugi agar tidak terseret lebih jauh.

Meskipun penting untuk mengikuti tren dan memanfaatkannya dalam melakukan
transaksi di perdagangan valas, Anda harus mengetahui kapan waktu terbaik untuk
keluar dari pasar.

----
Syarat Menentukan Kondisi Uptrend

Dalam dunia saham, meskipun trendline sedang menunjukan uptrend yang dilihat dari
garis lurus ditarik dari titik terendahnya, tapi sebenarnya ada syarat untuk menyimpulkan
saham tersebut benar uptrend atau tidak.

Saham yang dikatakan uptrend harus mempunyai sederetan “Peak” atau puncak dan
“Through” atau lembah, yang semakin meninggi. Sobat Finansialku perlu
menggarisbawahi, ada kata “sederetan”.

Artinya, peak dan through tersebut tidak boleh hanya satu saja, minimal harus
mempunyai dua puncak dan dua lembah yang bergerak semakin tinggi. Semakin banyak
lembah dan puncak yang membentuk tren naik, maka semakin kuat
sinyal uptrend tersebut.

Kendati demikian, uptrend juga bisa berakhir dengan kondisi lembah yang lebih rendah
dari lembah sebelumnya. Tapi, jika ditarik dengan periode yang lebih lama, kondisi
lembah secara komprehensif akan terlihat naik.

----
Jangan Mudah Terkecoh Saham Uptrend

Sebetulnya, saat saham tengah uptrend memang jadi waktu yang tepat untuk
mengkoleksinya. Tapi, perlu diketahui bahwa trendline bukan tolok ukur utama ketika
Anda akan memutuskan beli saham, karena ada beberapa indikator lain yang harus
diperhatikan, sebagai berikut:

#1 Moving Average

Tidak hanya melihat kondisi uptrend, Anda bisa merujuk pada dasar MACD atau
Moving Average-nya, yaitu melihat posisi relatif garis Moving Average terhadap grafik
harga.

Aturannya: Jika harga saat ini berada di bawah garis Moving Average, berarti tengah
terjadi tren Bearish (harga cenderung menurun). Tapi, ketika harga sekarang berada di
atas garis Moving Average, berarti tren Bullish (harga cenderung naik).

Melansir laman analis.co.id, sebagai contoh, banyak perusahaan sekuritas yang melihat
dulu bagaimana MACD-nya dalam 50 hari, baru setelah itu membuat
keputusan trading-nya.

Meski demikian, bagi trader aktif (bukan value investor), terkadang dalam membuat
garis uptrend maupun downtrend periode waktunya harian ataupun mingguan. Bahkan
ada yang dalam hitungan jam saja, sehingga lebih cepat keputusannya.

But anyway, menurut StockCharts:

The security is trading above its 20-day exponential moving average (EMA). Artinya
bahwa trading yang aman ketika EMA-nya 20MA atau rata-rata pergerakan harga
sahamnya menunjukkan

di range 20 hari. ----

Cara berikutnya Anda bisa melihat pada price action yaitu saat tren naik maka
terbentuk Top dan Bottom yang lebih tinggi dari Top dan Bottom sebelumnya.

Trend naik berubah menjadi trend turun apabila harga berhasil
menembus Bottom terakhir dan membentuk Top baru yang lebih rendah.

Sebaliknya trend turun berubah menjadi trend naik apabila harga berhasil
menembus Top terakhir dan membentuk Bottom baru yang lebih tinggi.

Untung Cepat, Begini Trading Saham Uptrend
Siapapun di dunia ini rasanya tidak ingin mengalami sebuah kerugian, termasuk dalam

berinvestasi. Apalagi jika diberi peluang mendapat keuntungan yang cepat, tertarik
bukan?

Caranya, Anda bisa memanfaatkan saham uptrend. Meski telah dijelaskan sebelumnya,
bahwa trendline uptrend bukan satu-satunya tolok ukur ketika akan memutuskan beli
saham.

Tapi, jika Anda punya strategi yang tepat untuk trading pada saham uptrend, maka
keuntungan bisa jadi milik Anda.

Oh ya, sebelumnya perlu diketahui bahwa pendekatan yang digunakan akan berbeda
antara investor jangka panjang dengan investor yang trading cepat atau trader.

Melansir laman republikinvestor.net, berikut strategi trading saham uptrend untuk
para trader atau scalper:
1 Pilih Saham Kondisi Uptrend dengan Pola Cenderung Meningkat/Naik

Strategi pertama, Anda harus memastikan saham uptrend tersebut trend jangka panjang
atau menengahnya lebih cenderung naik dari pada turun.

Apalagi untuk trend jangka waktu harian dan mingguanya, wajib terlihat uptrend dan
cenderung naik. Jika syarat awal ini tidak ditemui di saham Anda, maka jual atau hindari
saham ini.

#2 Saham Berada diatas Moving Average 5

Strategi kedua yaitu melihat indikator moving average. Salah satu indikator yang
terbilang paling powerfull ini harus terpenuhi agar memperbesar probabilitas kenaikanya.

Moving Average 5 atau MA5, harus bisa menjadi pagar bawah dari pergerakan harga
saham. Tujuan dari MA5 sebagai level support harga saham yang diincar, semakin dekat
dengan MA5, semakin menarik untuk dibeli.

Selama harga berada diatas MA5, trading Anda akan semakin aman dan
risiko trading pun sangat terukur.

#3 Ada Broker Beli yang Kuat dan Konsisten Melakukan Pembelian

Strategi ketiga yaitu Anda harus memastikan bahwa terdapat broker beli yang kuat dan
konsisten melakukan pembelian.

Korelasinya, karena kenaikan saham sangat dipengaruhi oleh investor yang melakukan
pembelian. Sehingga jika ada broker yang melakukan pembelian secara konsisten dari
pagi hari sampai sore hari, ini menandakan adanya akumulasi, semakin lama periode
waktu akumulasi tentunya semakin baik untuk pergerakan harga saham tersebut.

Jauh lebih baik ketika investor asing yang mengakumulasi saham tersebut karena dapat
memberikan gambaran kepada investor bahwa saham ini sedang dalam tahap akumulasi,
dan investor lokal akan kebanyakan akan mengikuti arus akumulasi tersebut.

#4 Memiliki Berita yang Mempengaruhi Saham Secara Fundamental

Last but not least, strategi keempat ini tak kalah penting apalagi jika saham yang menjadi
incaran Anda akan mengadakan aksi korporasi, seperti Private placement, akuisisi, right
issue, yang terkadang mampu mendongkrak pergerakan harga saham higga puluhan
persen.

Sebab itulah, Anda harus memperhatikan dan memperkirakan aksi korporasi apa yang
akan dilakukan oleh emiten dalam waktu dekat.

Beberapa strategi yang disebutkan, bisa Anda jadikan panduan dalam melakukan
trading secara cepat sehingga dapat meminimalisasi risiko penurun. Sebaliknya, hal ini
mampu memberikan probabilitas kenaikan yang lebih tinggi.

Sehingga, dalam setiap transaksi trading tidak diperlukan waktu lama untuk mendapat
keuntungan tapi rendah risiko dengan target profit yang lumayan besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *