Aplikasi Trading Binomo Disebut Termasuk Judi Online, Benarkah?

Aplikasi Trading Binomo Disebut Termasuk Judi Online, Benarkah?

Terkini.id, Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dikabarkan telah memeriksa 8 orang korban aplikasi trading Binomo pada Kamis, 10 Februari 2022.

Kasus penipuan berkedok trading Binomo ini telah memasuki tahap penyelidikan usai Bareskrim Polri memeriksa kedelapan orang korban Binomo.

Brigjen Whisnu Hermawan selaku Dirtipideksus Bareskrim menyebutkan bahwa aplikasi Binomo yang berkedok trading binary option atau perdagangan opsi biner termasuk dalam klasifikasi judi online.

“Telah terjadi dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik dan/atau penipuan/perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU)” ujarnya, seperti dikutip dari Detik News.

Whisnu juga mengatakan dugaan tindak pidana ini dilakukan oleh terlapor yaitu Crazy Rich Medan Indra Kenz dan kawan-kawannya.

“yang diduga dilakukan terlapor IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan” sambung Whisnu pada wartawan.

Dilansir terkini.id melalui CNN Indonesia, Whisnu menjelaskan modus penipuan yang dilakukan oleh aplikasi Binomo ini.

Mulanya para korban akan dijanjikan keuntungan 80% hingga 85% dari dana yang dipergunakan korban untuk membuat perdagangan.

“Pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” jelasnya.

Setelah itu para terlapor seperti IK dan kawan-kawan akan mempromosikan aplikasi Binomo di media sosialnya.

Tak hanya itu, para affiliator juga mengklaim dalam media sosialnya bahwa aplikasi Binomo ini adalah aplikasi trading yang sudah legal di Indonesia.

Bahkan mereka turut mengajarkan strategi trading dalam aplikasi Binomo.

“Terlapor mengajarkan strategi trading dalam aplikasi tersebut dan terus memamerkan hasil profitnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Bareskrim Polri telah memeriksa para korban termasuk Maru Nazara.

Dan dari hasil pemeriksaan polisi menyebutkan total keseluruhan kerugian para korban senilai Rp3,8 miliar.

“Di mana total dari keseluruhan kerugian jika digabungkan sampai dengan saat ini sekitar kurang-lebih Rp 3,8 miliar,” tutur Whisnu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *