Pengertian Short Selling: Apa Itu Short Selling

Pengertian Short Selling: Apa Itu Short Selling

short selling

Harapan di balik short selling saham adalah bahwa harga saham akan turun atau perusahaan akan bangkrut, yang menyebabkan kehancuran total bagi pemegang saham. Panduan ini akan menjelaskan apa itu dan bagaimana cara melakukan short selling untuk spekulasi atau hedging.

Apa Itu Short Selling?

Short selling adalah tindakan menjual aset yang saat ini tidak anda miliki, dengan harapan nilainya akan turun dan anda dapat menutup transaksi untuk mendapatkan keuntungan. Ini juga dikenal dengan istilah short. Short seller cenderung menggunakan strategi ini sebagai metode spekulasi atau sebagai cara hedging downside risk.

Strategi ini dapat dilakukan melalui broker, tetapi ini adalah metode yang rumit, yang berarti sulit untuk menemukan broker yang mau meminjamkan saham untuk anda jual. Inilah sebabnya mengapa produk derivatif seperti CFD menjadi metode short selling yang semakin populer.

Lanjutkan membaca atau bermain dengan simulator saham dan berlatih short selling tanpa risiko atau kewajiban finansial.

Contoh Short Selling

Katakanlah bahwa saham perusahaan ABC saat ini diperdagangkan pada harga $75, tetapi anda percaya bahwa saham tersebut akan turun nilainya dan memutuskan untuk melakukan short pada saham tersebut. Anda meminjam 100 saham ABC dari broker anda dan menjualnya di pasar terbuka.

Selama seminggu ke depan, pasar turun secara signifikan ke $40, sehingga anda menutup posisi short anda dan kembali membeli 100 saham ABC masing-masing seharga $40.

Anda menghitung selisih antara harga saham ketika anda meminjamnya (75 x 100 = $7500) dan harga yang anda bayar ketika membeli kembali saham (40 x 100 = $4000), yang memberi anda untung $3500 – tidak termasuk komisi dan biaya apa pun yang mungkin dikenakan oleh broker anda.

Namun, jika anda salah dan pasar terus naik, potensi risiko anda tidak terbatas. Karena anda telah meminjam saham, broker anda dapat meminta saham tersebut kapan saja dan anda harus menutup posisi anda dengan kerugian.

Kelebihan dan Kekurangan Short Selling

Kelebihan

Short selling berarti bahwa anda memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang nilainya turun, bukan hanya yang naik.

Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Contoh di atas menunjukkan metode tradisional dari short selling melalui broker, tetapi trader akan mendefinisikan hal ini sedikit berbeda dengan investor. Berkat kebangkitan trading online dan produk derivatif – seperti CFD – trader dapat mengambil posisi short di ribuan pasar tanpa harus meminjam aset yang mendasarinya.

Mereka dapat digunakan sebagai sarana spekulasi, mengambil posisi short, atau untuk tujuan hedging.

Kekurangan

Short selling dapat menjadi sebuah strategi yang berisiko, karena secara teori nilai aset dapat meningkat tanpa batas. Produk dengan leverage dapat meningkatkan risiko lebih lanjut, menambah kerugian ketika harga pasar bergerak ke atas.

Manajemen risiko yang baik adalah kunci ketika melakukan hal ini, gunakan alat seperti trailing stop untuk mencegah kerugian yang berlebihan. Menggunakan trailing stop loss order pada aplikasi trading saham akan dikenakan biaya jika harga stop terpicu.

Ada juga risiko penarikan kembali, jika pemberi pinjaman saham ingin melikuidasi saham dan karenanya itu dapat menarik kembali saham yang dipinjamkan, yang pada gilirannya memaksa peminjam untuk melikuidasi saham pada waktu yang berpotensi tidak menguntungkan.

Anda tidak dapat memperoleh dividen pada posisi short.

Memahami apa itu short selling dan bagaimana cara kerjanya adalah penting, tetapi jika anda membutuhkan bantuan, MT5 menyediakan anda akses untuk melakukan hal tersebut tanpa ada biaya tambahan dan juga menyediakan alat canggih untuk spekulasi dan strategi hedging. Sebagai tambahan, gunakan Expert Advisor Generator untuk membuat strategi otomatis dengan beberapa klik, tanpa menulis kode.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *